Kisah Anggit Membuka Mamikos, Startup Pencarian Kostan

By Admin GPMPI 13 Des 2020, 14:55:49 WIB Teknologi
Kisah Anggit Membuka Mamikos, Startup Pencarian Kostan

Jakarta, GPMPI.com - Membaca peluang dan kebutuhan pasar adalah cara harus dilakukan ketika ingin terjun ke dunia bisnis. Hal inilah yang dilakukan oleh Maria Regina Anggit ketika membuka usaha bisnis startup di bidang penyediaan sewa kos yang diberi nama Mamikos.

Anggit menceritakan, asal-muasal dia membuka usahanya hanya dibantu oleh 3 orang, yaitu dia dan 2 temannya. Dia merintis startup itu setelah melihat pasar sewa-menyewa kostan sangat tinggi. Hal itu  membuat dia berkeinginan besar untuk membuat wadah dan menampung kebutuhan pasar kos.

"Awalnya kami melihat pasar kostan itu tinggi. Setiap tahun, orang-orang ketika ingin berkuliah misalnya, pasti butuh tempat tinggal dan mencari informasi seperti itu sangat susah, harus dilihat langsung ke kota langsung kan. Nah, bagaimana ketika perantau butuh informasi itu? Dari situlah tercetus ide kami ini," ujarnya saat belum lama ini.

Setelah membuat rencana bisnis dan membaca kembali peluang pasar, akhirnya Anggit bersama temannya sepakat membuka bisnis ini dengan terjun langsung melalui aplikasi pada November 2015.

Pada saat itu, mereka hanya membuka layanan pencarian kostan di daerah Jogjakarta saja. "Jumlah owner kostan yang mendaftarkan kostannya untuk ditampilkan atau diiklankan ke kami masih 100-an kostan," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung dan yang mendownload aplikasi Mamikos cukup meningkat. Sehingga pada tahun 2016 mereka memberanikan diri menambah lagi titik kota pencarian kostan.

Mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Malang. Bahkan, hingga saat ini pun, Mamikos sudah menambahkan titik lokasi pencariannya di 140 kota dan kabupaten.

Dia menjelaskan, untuk sistem kerjasamanya, Mamikos menawarkan beragam bentuk layanan kepada para pemilik atau owner kostan, mulai dari layanan mengiklankan kostan di aplikasi Mamikos, hingga layanan properti manajemen.

"Kita ada paket premium yang memberikan layanan ke owner kostan untuk mempublikasikan kostannya sendiri, itu ada juga layanan yang langsung booking dari sistem atau bahkan kontrak sewa secara digital juga bisa. Jadi si ownernya tinggal ambil paket di kita, kita yang mengurus mulai dari sewa digital untuk kontrak, hingga pembayaran rutin secara otomatis, owner tinggal santai saja," jelasnya.

Harga paketannya bermacam-macam. Mereka membanderolnya mulai dari harga Rp 150.000-an per paket. Sementara itu, untuk pemilihan namanya sendiri, Anggit memilih nama yang cukup unik, terdengar dekat dengan kehidupan anak-anak kostan, serta terdengar modern.

Alhasil, setelah melakukan brainstorming dengan para tim, sepakatlah mereka memberi nama 'Mamikos'. "Awalnya mau ngasih ibu kos, cuma ibu terlalu general, akhirnya kita cari nama lain dan munculah nama Mamikos," kata dia.

Menjajaki usaha hampir 6 tahun ini, memiliki tantangan yang berbeda-beda setiap tahunnya, kata Anggit.

Awalnya yang menjadi tantangan besar itu adalah ketika belum memiliki nama yang diingat pasar, membuat mereka kesulitan mendapatkan kepercayaan dari owner kostan untuk berani memakai jasa mereka mengiklankan kostannya.

Namun seiring berjalannya waktu, membuat semakin banyak owner yang sudah percaya untuk mengiklankan kostannya di aplikasi Mamikos.

"Awalnya memang banyak yang nolak, entah itu karena memang enggak mau kelihatan punya kostan atau merasa belum butuh nih untuk dipasarkan kostannya," ucap Anggit.

Bahkan saat ini dari sisi jumlah pengunjung aplikasi Mamikos, tercatat ada sebanyak 4-5 juta pengunjung dalam sebulan. Sementara dari jumlah partner owner kostan sebanyak lebih dari 160.000-an kostan.

Ke depan, Anggit berharap bisnisnya ini bisa semakin besar penetrasinya sembari fokus mengembangkan produk-produk dan layanan Mamikos, agar tingkat kepuasan para owner kostan semakin tinggi.

"Kita genjot lagi inovasinya ke depan biar makin tajam untuk bisa memahami kebutuhan owner para kostan. Kita pengen dengan adanya aplikasi ini bukan para owner kostan yang puas taoi para pencari kostan juga bisa merasa terbantu dan puas dengan layanan kita," pungkasnya. Demikian Kompas.com

Photo : google image

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Ketua Gerakan Perempuan Merah Putih Indonesia
  REV. DR SITI HADIJAH , D MIN, DTH
  Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si
  Puan Maharani
  Siti Nurbaya Bakar
  Yohana Yembise

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video